The Cathedral and the Bazaar (Eric Raymond)

The Cathedral and the Bazaar (Eric Raymond)

Pelajaran Utama

Esai Eric Raymond, “The Cathedral and the Bazaar,” merupakan karya penting dalam gerakan perangkat lunak sumber terbuka (open-source software). Raymond membandingkan dua model pengembangan perangkat lunak yang berbeda: model Katedral dan model Bazaar.

  1. Model Katedral: Model ini mewakili pendekatan pengembangan perangkat lunak tertutup (closed-source) yang tradisional, di mana sekelompok kecil pengembang bekerja pada proyek secara terpusat dan terkoordinasi dengan baik. Model ini ditandai dengan struktur hirarkis, perencanaan ketat, dan siklus rilis yang panjang.
  2. Model Bazaar: Model ini mewakili pendekatan pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (open-source), di mana sejumlah besar pengembang berkolaborasi pada proyek secara terdesentralisasi dan koordinasi yang longgar. Model ini ditandai dengan transparansi, iterasi cepat, dan adaptasi berdasarkan umpan balik pengguna.

Poin utama yang diambil dari esai ini meliputi:

  • Pengembangan perangkat lunak sumber terbuka memungkinkan iterasi cepat dan umpan balik konstan dari pengguna dan pengembang, menghasilkan perangkat lunak yang lebih baik.
  • Dengan cukup banyak mata, semua bug menjadi dangkal ("Linus’s Law"): semakin banyak orang yang dapat meninjau kode sumber, semakin cepat bug dan masalah dapat diidentifikasi dan diselesaikan.
  • Pengembang dalam proyek sumber terbuka sering termotivasi oleh faktor intrinsik, seperti kebanggaan dalam pekerjaan mereka, pengakuan, dan pertumbuhan pribadi, daripada imbalan moneter.

Model Bazaar mempromosikan rasa komunitas dan mendorong inovasi melalui kolaborasi dan berbagi ide.

Bacaan Lebih Lanjut

Last updated on