Profil

Pengenalan

Basis data relasional adalah jenis basis data yang digunakan untuk menyimpan dan mengorganisir data dalam bentuk tabel dan kolom. Basis data ini didasarkan pada model relasional yang menggunakan serangkaian tabel untuk merepresentasikan data dan hubungan antara data tersebut.

Karakteristik Kunci

  • Data terstruktur
  • Kepatuhan ACID (Atomicity, Consistency, Isolation, Durability)
  • Joins (gabungan)
  • Transaksi
  • Konsistensi yang kuat

Teorema CAP

Penanganan Umum Teorema CAP

Teorema CAP menyatakan bahwa dalam sistem terdistribusi, tidak mungkin untuk mencapai ketiga jaminan secara bersamaan: konsistensi (Consistency), ketersediaan (Availability), dan toleransi partisi (Partition tolerance).

Jaminan Konsistensi

Basis data relasional menyediakan jaminan konsistensi yang kuat, yang berarti semua node dalam sistem melihat data yang sama secara simultan.

Jaminan Ketersediaan

Basis data relasional dapat memberikan ketersediaan yang tinggi melalui teknik seperti replikasi dan failover.

Jaminan Toleransi Partisi

Basis data relasional dapat menangani toleransi partisi melalui teknik seperti sharding dan transaksi terdistribusi.

Penggunaan

Penggunaan Terbaik

Basis data relasional sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan konsistensi yang kuat dan kueri yang kompleks, seperti sistem keuangan dan aplikasi e-commerce.

Penggunaan Netral

Basis data relasional, seperti sistem manajemen konten, juga dapat digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan kueri yang kurang kompleks dan tidak memerlukan konsistensi yang kuat.

Penggunaan Terburuk

Basis data relasional mungkin tidak cocok untuk aplikasi yang membutuhkan throughput tulis yang tinggi atau memiliki jumlah data yang besar dan tidak terstruktur.

Peran di Desain Sistem

Basis data relasional sangat cocok untuk sistem yang membutuhkan konsistensi yang kuat dan kueri yang kompleks, dan dapat digunakan dalam berbagai arsitektur sistem terdistribusi.

Data

Model Data

Basis data relasional menggunakan model data tabular, di mana data diorganisir ke dalam tabel dengan baris dan kolom. Ini adalah model data terstruktur yang menegakkan integritas data melalui constraint (batasan).

Bahasa Kueri

Basis data relasional menggunakan SQL (Structured Query Language) sebagai bahasa kueri mereka. SQL adalah bahasa deklaratif yang memungkinkan pengguna untuk mendefinisikan data yang ingin mereka ambil daripada cara untuk mengambilnya.

Skalabilitas

Cara Meningkatkan Performa

Basis data relasional dapat ditingkatkan performanya melalui teknik seperti indexing dan optimasi kueri.

Penanganan Lalu Lintas Tinggi

Basis data relasional dapat menangani lalu lintas tinggi melalui teknik seperti replikasi dan sharding. Mereka sangat cocok untuk beban kerja baca tinggi, tetapi mungkin tidak seoptimal untuk beban tulis tinggi.

Meningkatkan Skalabilitas Basis Data

Skalabilitas basis data relasional dapat ditingkatkan melalui skalabilitas vertikal (menambahkan lebih banyak sumber daya ke satu node) atau sharding (mendistribusikan data ke beberapa node).

Penggunaan dalam Sistem Terdistribusi

Basis data relasional dapat digunakan dalam arsitektur sistem terdistribusi, tetapi perlu diperhatikan untuk memastikan konsistensi dan ketersediaan data.

Replikasi

Basis data relasional dapat menangani replikasi melalui teknik seperti replikasi master-slave dan multi-master. Praktik terbaik dalam replikasi meliputi memastikan konsistensi dan mengurangi keterlambatan.

Dalam Praktik

Praktik Terbaik

  • Gunakan indeks untuk meningkatkan performa kueri.
  • Normalisasi data untuk mengurangi redundansi dan meningkatkan integritas data.
  • Gunakan transaksi untuk memastikan konsistensi data.

Kesalahan Umum

  • Over-indexing dapat mengurangi performa tulis.
  • Denormalisasi data dapat menyebabkan masalah integritas data.
  • Tidak menggunakan transaksi dapat menyebabkan inkonsistensi data.

Penyimpanan Data Serupa

  • MySQL
  • PostgreSQL
  • Oracle.

Bacaan Lanjutan

  • “Database Systems: The Complete Book” oleh Hector Garcia-Molina, Jeffrey D. Ullman, dan Jennifer Widom.
  • “SQL Performance Explained” oleh Markus Winand.
  • “High Performance MySQL” oleh Baron Schwartz, Peter Zaitsev, dan Vadim Tkachenko.
Last updated on