Konsep Kunci
Sebuah sistem file mengatur dan menyimpan data pada perangkat penyimpanan, seperti hard drive atau server file jaringan. Dalam sistem terdistribusi, sistem file digunakan untuk mengelola data di beberapa node dalam jaringan. Berikut adalah beberapa konsep kunci sistem file untuk sistem terdistribusi:
Distributed File System (DFS)
Sistem file terdistribusi (DFS) adalah sistem file yang memungkinkan beberapa pengguna untuk mengakses dan berbagi file melalui jaringan. DFS dirancang untuk menyediakan tampilan bersatu dari file dan direktori dari beberapa server dan membuatnya mudah bagi pengguna untuk mengakses dan mengelola file dari lokasi yang berbeda. DFS dapat diimplementasikan menggunakan protokol yang berbeda, seperti NFS (Network File System), SMB (Server Message Block), dan AFS (Andrew File System).
DFS menyediakan beberapa manfaat untuk sistem terdistribusi. Pertama, itu memungkinkan pengguna untuk mengakses file dari lokasi yang berbeda, yang membantu pekerja jarak jauh dan tim. Kedua, itu menyediakan tampilan terpusat dari file dan direktori, yang menyederhanakan manajemen file dan mengurangi risiko kehilangan data. Ketiga, itu dapat meningkatkan kinerja dengan mendistribusikan akses file di beberapa server.
Replikasi
Replikasi adalah menyalin data dari satu node ke node lain dalam sistem terdistribusi. Replikasi digunakan untuk meningkatkan ketersediaan data, keandalan, dan kinerja. Dalam sistem file, replikasi dapat menyimpan beberapa salinan file di node yang berbeda sehingga jika satu node gagal, file masih dapat diakses dari node lain. Replikasi juga dapat meningkatkan kinerja baca, dengan memungkinkan klien untuk membaca dari replika terdekat.
Replikasi dapat diimplementasikan menggunakan teknik yang berbeda, seperti replikasi master-slave, multi-master, dan peer-to-peer. Setiap teknik memiliki keuntungan dan kelemahan masing-masing, tergantung pada persyaratan sistem.
Konsistensi
Konsistensi adalah sifat dari sistem file yang memastikan bahwa semua klien melihat tampilan yang sama dari sistem file pada waktu tertentu. Konsistensi dapat dicapai dalam sistem file terdistribusi menggunakan teknik yang berbeda, seperti penguncian, pengversi, dan transaksi terdistribusi. Konsistensi penting untuk integritas dan kebenaran data.
Penguncian adalah teknik yang mencegah beberapa klien mengakses file atau direktori yang sama secara bersamaan. Pengversi adalah teknik yang memungkinkan klien mengakses versi yang berbeda dari file atau direktori, tergantung pada kebutuhan mereka. Transaksi terdistribusi adalah teknik yang memungkinkan beberapa klien untuk mengakses dan memodifikasi file atau direktori yang sama secara terkoordinasi.
Penyimpanan Sementara
Penyimpanan sementara adalah proses menyimpan data yang sering diakses dalam memori atau pada disk lokal sehingga dapat diakses lebih cepat. Dalam sistem file terdistribusi, penyimpanan sementara dapat meningkatkan kinerja baca dengan memungkinkan klien membaca dari penyimpanan sementara lokal daripada mengakses server jarak jauh. Penyimpanan sementara juga dapat digunakan untuk mengurangi lalu lintas jaringan dan meningkatkan skalabilitas.
Penyimpanan sementara dapat diimplementasikan menggunakan teknik yang berbeda, seperti penyimpanan sementara tulis-melalui, tulis-balik, dan baca-saja. Penyimpanan sementara tulis-melalui adalah teknik yang menulis data ke penyimpanan sementara dan server jarak jauh pada saat yang sama. Penyimpanan sementara tulis-balik adalah teknik yang menulis data ke penyimpanan sementara terlebih dahulu dan kemudian ke server jarak jauh. Penyimpanan sementara baca-saja adalah teknik yang menyimpan data hanya untuk dibaca, seperti file dan gambar statis.
Keamanan
Keamanan adalah aspek penting dari sistem file untuk sistem terdistribusi. Sistem file harus menyediakan mekanisme autentikasi, otorisasi, dan enkripsi untuk melindungi data dari akses tidak sah dan serangan. Keamanan dapat diimplementasikan menggunakan teknik seperti daftar kontrol akses (ACL), enkripsi, dan tanda tangan digital.
ACL adalah teknik yang memungkinkan administrator untuk mengontrol akses ke file dan direktori berdasarkan peran dan izin pengguna. Enkripsi adalah teknik yang melindungi data dengan mengkodekannya sehingga pengguna yang diotorisasi hanya dapat membacanya. Tanda tangan digital adalah teknik yang memungkinkan pengguna untuk memverifikasi keaslian dan integritas file dan direktori.